Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil Dengan Tepat

Posted by in Terapi Hipertensi

Narasumber : Dr. GM Silvya M.,Msc.

Tekanan Darah tinggi – Sudah menjadi hal wajar kalau ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi yang terkadang mengalami beberapa perubahan. Bagaimana jika ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi dan bagaimana cara mengatasi tekanan darah tinggi semasa hamil?

Tekanan darah tinggi pada kehamilan tidak selalu berarti kondisi yang bahaya. Inilah yang perlu di ketahui ibu hamil agar lebih meningkatkan kesadaran merawat diri sendiri.

Kadang-kadang tekanan darah tinggi sudah muncul sebelum kehamilan dalam kasus lain, tekanan darah tinggi akan menjadi semakin berkembang selama kehamilan.
Beberapa diantara yang biasa terjadi pada tekanan darah tinggi di masa kehamilan :

  1. Tekanan darah tinggiHipertensi gestasional
    Hipertensi gestasional adalah mengalami tekanan darah tinggi setelah 20 minggu kehamilan, hal ini di tunjukkan dengan tidak ada protein berlebih dalam urine atau tanda-tanda lain dari kerusakan organ. Beberapa wanita hamil dengan gestasional akhirnya tekanan darahnya berkembang bisa menjadi preeklamsi.
  2. Hipertensi Kronis

Jadi sebelum kehamilan dan akan lebih sulit untuk menentukan kapan terjadinya tekanan darah tinggi ini.

Selanjutnya para ibu hamil harus mengenali gejala tekanan darah tinggi semasa mengandung ini diantaranya adalah ditemukan protein di dalam urine atau proteinnuri atau tanda – tanda tambahan masalah ginjal, sakit kepala yang cukup parah, perubahan fungsi pengelihatan, pengelihatan menjadi kabur ataui lebih sensivitas cahaya, gangguan pada fungsi hati hingga kenaikan tiba-tiba pada berat badan dan pembengkakan khususnya di wajah, tangan, dan ini sering menyertai preeklamsi.

Jika seorang ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi maka memerlukan konsultasi juga seperti pada dokter keluarga atau dokter ahli penyakit dalam. Mereka akan mengevaluasi seberapa baik ibu hamil mengelolah tekanan darah tingginya dan mempertimbangan peruabahan pengobatan  yang perlu sebelum hamil. Dan ini harus bekerjasama dengan dokter ahli kandungan

Sekian informasi dari saya semoga artikel ini bermanfaat bagi semua dan nantikan informasi serta tips selanjutnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>